12 PM Call

maharanee©2017

.

is dedicated for my fried mochi’s 17th birthday.

.

Lantunan ringtone super berisik dari ponsel yang tergeletak di nakas itu sukses mengusik Jendra dalam tidurnya. Laki-laki itu mengumpat, kendati sejenak kemudian dahinya berkerut kala membaca caller ID yang tertera di layar.

“Ada apa?” tanya Jendra tanpa basa-basi.

Kamu baru saja bangun tidur, ya?” tanya suara di seberang, tidak tersirat rasa bersalah dalam nada bicaranya dan Jendra harus berusaha keras untuk menahan diri agar tidak memakinya.

“Menurutmu?” Jendra bertanya penuh retorika.

Maaf ya, Jen.” Lawan bicara Jendra berdeham, sebelum kembali berbicara dengan tempo cepat. “Selamat ulang tahun.”

Dan setelah tiga kata di atas lolos dari mulutnya, sambungan telepon terputus. Menyisakan Jendra yang duduk di atas ranjangnya dengan ekspresi bingung bercampur kaget. Butuh setengah menit baginya untuk menyadari apa yang baru saja terjadi. Dan butuh empat menit untuk membujuk gadis yang berjarak delapan kilometer darinya itu untuk mengangkat telepon balasan dari Jendra.

“Aku butuh penjelasan.”

What kind of explanation? Bukankah sudah cukup jelas bahwa sekarang ini hari Selasa, tanggal 6 Juni, pukul setengah satu dini hari?

“Maksudku penjelasan tentang telepon dadakan darimu tadi.”

Aku tidak mau bicara apa-apa soal itu.

Jendra mendengus. Berstatus sebagai pacarnya atau tidak, gadis itu tidak pernah sudi mengobral harga diri meski hanya sedikit. “Ayolah, aku tahu hari ini aku berulang tahun yang ketujuhbelas, tapi tidakkah kamu juga tahu bahwa menelepon seseorang pada pukul dua belas malam adalah tindakan yang tidak beretika?”

Persetan dengan etika,” sahutnya. “Katanya kamu ingin aku bersikap lebih romantis. Meneleponmu tepat pada pukul dua belas malam untuk mengucapkan selamat ulang tahun termasuk romantis, ‘kan?

Lagi-lagi Jendra mendengus. “You always know a perfect way to ruin my fantasy about having a sweet relationship with you.”

Kali ini gadisnya tertawa, bukan jenis tawa malu-malu yang sarat akan rasa berdosa, melainkan jenis tawa cempreng dan puas lantaran telah lima puluh persen berhasil membuat Jendra naik darah di kala subuh. “Sorry for making you upset. You know that no matter how prepared I am to do something, I would always end up being an awkward potato and ruin everything.

“Jadi kamu merasa canggung untuk memberiku ucapan selamat ulang tahun yang baik dan benar?”

Iya.

“Then, a simple “I love you” would be nice.”

Nope, I’m hanging up, Mr. Prawiradinata, good night.”

“Jangan dimatikan!” timpal Jendra cepat. “Tidak sebelum kamu melakukan apa yang kuminta.”

Aku tidak suka dipaksa.

“Kali ini saja.”

Fine.” Gadis itu menghela napas panjang. “Well, Dwijendra, I wish you a happy sweet seventeen and honestly I am truly sorry for waking you up in such obnoxious hour, and… I…

Jendra menggigit bibir bawahnya, mencegah dirinya untuk tersenyum terlalu lebar. “And I?” ulang Jendra.

I…” Si penelepon masih membiarkan “i”-nya menggantung di udara. “…I don’t love you, I just can’t stop thinking about you, and I like talking to you, and I am willingly to invest my heart to you.

Lagi-lagi telepon diputus olehnya, sementara Jendra terbahak-bahak seorang diri, tidak peduli bahwa ibunya bisa masuk kapan saja untuk memukulnya karena telah membuat keributan di dini hari. Jendra kembali membujuk gadisnya untuk mengangkat telepon darinya, namun kali ini tidak berhasil. Gadis itu gengsinya tinggi, menyatakan cinta kepada Jendra yang notabene merupakan pacaranya sendiri sudah cukup membuatnya frustasi.

Kamu benar-benar tidak mau mengangkat telepon dariku?

Nope, aku mau tidur.

Okay, then. See you tomorrow at 9.

Wait, what?

Aku mau mengajakmu pergi.

I demand my birthday treat.

I’m blocking your account.

Bye.

I love you too.

.

.

.

-finished.


A late birthday fiction for NCT’s Haechan a.k.a the visualization of Dwijendra. I swear to everything holy this was so cringeworthy.

P.S.: From now on, I’ll be using maharanee as my pen name in this blog.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s